kidungcintakehidupan.blogspot.com / DILARANG MENCOPY SELURUH KONTEN YANG TERDAPAT DALAM BLOG INI TANPA SEIZIN ADMIN.HAK CIPTA DILINDUNGI UU IT
Create your own banner at mybannermaker.com!

"{KIDUNG CINTA KEHIDUPAN}"

AfrikaansAlbanianArabicArmenianAzerbaijaniBasqueBelarusianBulgarianCatalanChinese (Simplified)Chinese (Traditional)CroatianCzechDanishDutchEnglishEstonianFilipinoFinnishFrenchGalicianGeorgianGermanGreekHaitian CreoleHebrewHindiHungarianIcelandicIndonesianIrishItalianJapaneseKoreanLatvianLithuanianMacedonianMalayMalteseNorwegianPersianPolishPortugueseRomanianRussianSerbianSlovakSlovenianSpanishSwahiliSwedishThaiTurkishUkrainianUrduVietnameseWelshYiddish
Tampilkan postingan dengan label RELIGION. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RELIGION. Tampilkan semua postingan

4 Maret 2013

Jalan Sufi

“Jangan bertanya, Jangan memuja nabi dan wali-wali, Jangan mengaku Tuhan, Jangan mengira tidak ada padahal ada, Sebaiknya diam, Jangan sampai digoncang oleh kebingungan …” Kenapa kita disarankan oleh Sunan Bonang untuk diam khususnya saat membicarakan soal-soal makrifatullah sebagaimana yang tertera dalam suluk Jebeng? Sebab, daripada sesat karena bila belum mengalami sendiri keadaan makrifat, maka yang biasa terjadi adalah saling beradu argumentasi untuk nggolek benere dhewe, nggolek menange dhewe padahal kasunyatannya tidak seperti yang digambarkan masing-masing orang … Maka, kita diminta untuk diam dan suatu saat semoga kita mampu untuk menyaksikan sendiri dan membuat kesaksian terhadap eksistensi-Nya yang maha tidak terhingga atau diistilahkan oleh Sunan Bonang sebagai SYAHADAT DACIM QACIM. Syahadat ini adalah pemberian Tuhan kepada seseorang yang diistimewakannya sehingga ia mampu menyaksikan dirinya bersatu dengan kehendak Tuhan. Marilah kita mencebur lebih dalam hal ini …. Agama dari langit sudah sangat lengkap memadukan aspek lahiriah (syariat/aturan/hukum/fiqih yang mengikat tubuhnya) dan juga aspek perjalanan batin manusia menuju kebersatuan dengan Tuhan Semesta Alam. Memahami dari aspek lahir saja, tidak akan mampu memberikan kedalaman pengalaman batin manusia. Sebaliknya, agama yang dipahami dari sisi batin saja, biasanya cenderung mengabaikan aturan dan hukum kemasyarakatan sehingga bisa jadi dianggap sesat oleh masyarakat. Yang ideal memang memahami agama sebagai jalan yang lapang menuju Tuhan secara sempurna dengan tidak mengabaikan salah satu aspek, apakah itu aspek lahir maupun aspek batin. Bila aspek lahir dipelajari dalam disiplin ilmu syariat/ fiqih/hukum serta ilmu logika/ mantiq dan lainnya. Maka aspek batiniah digeluti dengan pendekatan ilmu tasawuf. Bila kita belajar ilmu tasawuf, maka tidak bisa tidak kita akan mempelajari sejarah tasawuf dari masa ke masa, riwayat hidup para sufi dan istilah-istilah ruhaniah manusia. Tidak mudah untuk belajar tasawuf. Berbeda dengan belajar syariat/fiqih/ hukum maupun filsafat yang dasarnya adalah olah pikir atau logika, maka tasawuf dasarnya adalah olah rasa untuk menyelami sesuatu yang metafisis dan abstrak. Kita tidak mampu menggali kedalaman samudera tasawuf jika tidak menyelami sendiri dimensi- dimensi batiniah manusia. Tasawuf bukanlah ilmu yang teoritis, melainkan praktek (ngelmu) … . Bisa dengan dzikir sejuta kali di mulut, bisa juga dengan dzikir semilyar kali di batin siang malam tanpa henti …. Ini tidak lain untuk menghancurkan kerak-kerak hati yang lalai dan kemudian digelontor dengan puji-pujian kepada-Nya dan seterusnya …. Ini hanya satu latihan ruhani yang harus dilakoni pejalan mistik saja, substansinya justru bukan dzikir atau mengingat-Nya saja. Melainkan bagaimana setelah mengingat-Nya, dan mendapatkan kesaksian akan kebenaran absolut- Nya, seseorang itu kemudian mampu berbuat sesuatu sesuai dengan iradat-Nya!!! Dimensi batiniah manusia bisa diketahui dari bagaimana seseorang itu menempuh jalan spiritual yang melewati melalui berbagai tahapan (maqom). Dalam setiap tahapan,

Dzikir

Allah tempat kita bergantung agar kita selalu beruntung jangan sampai kita terpasung jangan bimbang dan jangan pula bingung hanya Allah yang selalu di hati tempat kita untuk berbakti bermunazat dan bersaksi sampai akhir kiamat nanti mari kita perbanyak dzikir kepada Allah yang Maha Basir agar kita selalu berpikir dijauhkan dari sifat kikir semua manusia kan pasti mati baik petani ataupun menteri mari kita bercermin diri agar kita tak sampai merugi hidup ini hanya sementara semua makhluk kan pasti binasa jangan sampai kita tergoda oleh tipu daya dunia dunia ini sudah akhir jangan sampai kita tergelincir mari kita terus berdzikir...

27 Maret 2010

Perjuangan

Meng-Islamkan orang Islam.....
Kita baru kembali dari peperangan kecil Dan akan menghadapi lagi peperangan yang lebih besar.
Umat Islam tidak boleh berhenti Meskipun kemerdekaan telah tercapai,
Meskipun matahari diletakan ditangan kanan Dan rembulan diletakan ditangan kiri.
Tidak akan aku tinggalkan pekerjaan ini,Sehingga Allah melahirkan agama-Nya.
Atau aku binasa dalam memperjuangkanya
Dan peperangan besar itu ternyata telah ada di Indonesia
Bukan Belanda dan Jepang, bukan Yahudi dan Nasrani, Bukan juga Hindu Bali..
Tetapi umat Islam sendiri yang getol menghambat gerak Islam di Negeri ini!
Mereka bersikap demikian bukan karena benci, tetapi karena tidak mengerti
Maka tugas kitalah memberi pengertian, sehingga mereka tidak hanya mengaku beragama Islam, tetapi juga menjalankan ketentuan-Nya.
Pekerjaan ini lebih mudah dari mengajak orang lain pada Islam, dan dapat dimulai dari diri pribadi dan keluarga sendiri.
Pokoknya setiap orang Islam harus hidup & patuh menjalankan segala ketentuan Al-quran dan As-sunah!

18 Maret 2010

Kelana

Luas dunia tempat tinggalku
Langit atas atap rumahku
Bumi bawah jadi lantaiku
Hutan rimba taman indahku
Khayawan ciptaan TUHAN menjadi teman bermainku
Sepanjang hari bahagia hatiku
Bersama mereka berbagi rasa
Bagiku....lebih mulialah mereka
Dibanding dengan manusia ingkar
Tuli pada kebenaran TUHAN
Nafsu syaitan di puja sembah...

8 Maret 2010

Anugerah Yang Maha Esa

Terasa hening di malam ini
Terasa sunyi, sepi dan senyap
Hanya terdengar lirih - lirih
Suara lengkerik memilukan hati

Kupandang langit
Kutatap rembulan
Kupandangi bintang - bintang
Kulayangkan angan renungan

Oh...betapa indah cipta'an TUHAN
Teramat besar anugrah TUHAN
Bahagianya insan di dunia ini
Mendapat kenikmatan dari yang Kuasa.

Dapatkah kita untuk menghitungnya
Seberapa besarkah nikmat-Nya untuk kita
Bilakah kita ukur dengan rasa syukur kita
Sungguhlah tiadalah artinya.....

Renungan

Setiap kali ku merenungi tentang penciptaanku ini
Terasa dalam rongga dadaku getaran yg begitu dahsyat
Dapat kurasakan gemuruh suara dalam hatiku
Yg membisikan dalam dadaku, untuk mengikuti kata hatiku
Aku berada dalam kebimbangan
Terpojok oleh dua pilihan
Pilihan yg benar - benar sulit
Namun TUHAN membimbingku menemukan kebenaran -Nya.


Permata Hati

Terciptalah syair ini, sedang malam begitu sepi
Terjagalah aku dari mimpi yg menjadi kembang tidurku
Setiap kali ku pejamkan mata melayanglah anganku
Berlari kesana - kemari mencari permata hati

Permata hati yg selama ini hilang
Musnah kemana akupun tiada tau
Apa yg harus aku lakukan

Oh TUHAN ku tunjukanlah padaku, jalan yg menjadi madlulmu
Jalan yg membimbingku menemukan permata hatiku
Dialah...diri -Mu...

Roda Kehidupan

Pagi begitu cerah....secerah hatiku
Mentari melirik malu menatap embun pagi
Menetes dari dedaunan yg menghijau
Butiran bening air laksana mutiara katulistiwa

Kehidupan ini laksana roda yg berputar
Kadang di atas terkadang dibawah
Semua kejadian tersurat dalam selembar kertas takdir.

6 Maret 2010

Terlena

Bumi TUHAN ku menangis karena di injak manusia ingkar
Langit TUHAN ku meneteskan airmata
Langit TUHAN ku menjerit...
Langit TUHAN ku memotret bumi
Kejadian demi kejadian dari awal hingga akhir semua terekam dengan pasti
Takpernahkan kita berfikir....???
Berfikir untuk merenunginya!
Saat ini kita berfoya - foya, bermanja - manja dalam pelukan nafsu
Yang menjanjikan berjuta harapan
Kenikmatan khayalan yang seolah nyata
Hingga menutup mata hati kita
Seharusnya rasa ini hanya merekam satu Dzat!
Dzat yang Maha satu
Lensa kamera yang abadi
Ke abadian yang tiada terbatas


By:Mpu

Color Of My Life

Detik demi detik
Waktu demi waktu
Masa demi masa
Abad demi abad
Perjalanan hidup manusia
Kebahagiaan & penderitaan menjadi warna dalam kehidupan
Takpernah berhenti untuk selamanya...
Sekarang begini besok begitu
Dulu bahagia sekarang sengsara
Masa lalu jaya sekarang hina
Berabad yang silam begitu suram
Sekarang saatnya kebenaran di tegakan
Diantara dua jalan yg tetrpampang dengan terang
Terlihat jelas sebuah kebenaran
TUHAN memberitahukan...
Disinilah KU berjalan bersama kekasihku
Disana hanya ada adzab - KU yang pedih
Namun mereka memilih jalanya sendiri..
Sungguh derita teramat panjang bagi mereka bersama syaitan !!


By:Mpu

Budak & Tuan

Ketetapan TUHAN atas diriku sudah pasti
Aku berhal membawahi alam
Asal tetap mengkhimati TUHAN
Budaka & tuan bersenyawa dalam diriku
Atas alam aku khalifah
Kehadirat TUHAN hamba sahaya
Kelangit hamba tengadah
Kebumi bisa memerintah
Tetapi setengah manusia
Mereka menyangkal Dia yang Esa
Lantas alam di puja sembah
Benda mati jadi berhala
Kufur membawa celaka badan
Bagai pematung pigmallion
Berhasrat memuja bagai berhala...
Patung batu ciptaan tangan
Syukur menambah teguh iman
Kufur membuat lupa daratan
Bertaqwa aku kepada TUHAN
Jiwaku tentaram damai selalu...

By:Mpu

Duka Cita Islam

Islam mengangis berduka cita
Karena tingkah laku para Ulama - nya
Alangkah banyak dalih mereka
Melihat Islam meratap tersedu - sedu.
Banyak Ulama menyalahkan kebenaran
Menyesali pendapat yang menentangnya
& mereka memandang benar ke keliruan yang mereka lakukan sendiri
Bila demikian...siapa lagi orang yang kita harapkan membela Agama - Nya.
Siapa lagi di antara kita yang dapat dipercaya buah fikiranya....


By:Mpu